Assalamu alaikum! Saya akan menuliskan field report dari kegiatan yang telah saya ikuti untuk memenuhi penugasan PKMF.
Pada tanggal 25 April 2018 telah dilaksanakan acara PKM FMIPA (1) yang bertempat di Gedung Dewi Sartika R.1016 pukul 15.30-17.30 dan dihadiri oleh lebih dari lima puluh orang peserta yang mengenakan almamater UNJ dengan bawahan hitam, serta kerudung putih bagi peserta putri.
Berikut adalah laporan pelaksanaan dari acara tersebut.
15.30: Registrasi peserta
15.45: Pembukaan oleh Kak Mahbub (MC)
15.50: Pembacaan tilawah oleh peserta putra
15.55: Pembacaan CV pemateri oleh Kak Ari (Moderator)
16.00: Pemaparan materi
Materi yang berjudul Pendidikan Kontemporer disampaikan oleh Kak Rakha Ramadhana dari Departemen Kominfo BEM UNJ.
Menurut UU No. 20 Tahun 2003, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan. Urgensi pendidikan antara lain:
1. Memberi pengetahuan
2. Membangun karakter
3. Meningkatkan karir
4. Mencerahkan masa depan
5. Mencerdaskan kehidupan bangsa
Namun apa yang kita alami di negara ini adalah kian terpuruknya pendidikan. Menurut laporan PISA 2015 -- program yang mengurutkan kualitas sistem pendidikan di 72 negara -- Indonesia menduduki peringkat ke-62. Penyebab terjadinya hal ini di antaranya:
1. Wilayah yang luas
Pendidikan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) masih sulit untuk disosialisasikan.
2. Sarana dan prasarana yang tidak memadai
Di wilayah 3T tersebut, banyak siswa-siswi yang menempuh perjalanan jauh dan berbahaya untuk sampai di sekolahnya. Bahkan ruang kelas di sana sangat jauh dari kata layak, karena hanya berdinding rotan dengan tanah sebagai pijakannya.
3. Pemahaman yang kurang
Masih banyak masyarakat di Indonesia yang tidak memahami bahwa pendidikan merupakan suatu kebutuhan mendasar bagi setiap individu.
4. Subsidi yang tidak merata
Dana untuk pembangunan sekolah nyatanya belum disalurkan secara maksimal.
5. Rasa malas
Bagi setiap murid terutama yang hidup di kota besar, justru malas untuk belajar.
Di era serba digital ini, perlu ditanamkan prinsip 'BACA! BACA! BACA!' karena itu merupakan solusi untuk keluar dari keterpurukan ini. Minat baca memang harus ditingkatkan pada setiap orang, terutama generasi mudanya. Bahkan untuk menunjang Internet of Things, Kemenristekdikti tengah mematangkan sistem Cyber University agar dapat segera diterapkan.
Sebelum menutup materinya, kak Rakha memutar video mengenai betapa salahnya kurikulum yang masih memaksa muridnya untuk ahli dalam segala bidang. Hal ini dianalogikan seperti ikan yang diajarkan untuk memanjat pohon.
Materi pun selesai dan dilanjutkan dengan agenda berikut.
17.05 Penyerahan laporan danus pengembalian uang modal
17.10 Pemberian penugasan dan barang bawaan
17.30 Penutupan oleh MC
Sekian field report PKMF 1, semoga rangkuman materi tersebut dapat menambah wawasan pembaca sekalian (jika ada yang membaca).
Terima kasih, wassalamualaikum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar